MEMBANGUN SISTEM KELOMPOK SEL YANG KUAT

MEMBANGUN SISTEM KELOMPOK SEL YANG KUAT.

Sistem sel yang berhasil di seluruh penjuru dunia berbeda-beda, namun mereka memliki prinsip-prinsip umum yang sama. Prinsip-prinsip umum itu adalah :

1. Bergantung kepada Yesus Kristus melalui Doa
Yesus Kristus, Kepala Gereja, adalah satu-satunya yang dapat memberi keberhasilan. Gereja-gereja ini bergantung kepada Yesus untuk menjawab doa-doa mereka. Doa tidak hanya dibicarakan, tetapi secara konsisten diterapkan oleh orang-orang Kristen. Setiap gereja ini menyelenggarakan pertemuan doa semalam suntuk secara teratur. Gereja-gereja ini menerapkan ketergantungan sepenuhnya kepada Allah.

2. Motivasi untuk Pelayanan Kelompok Sel Adalah Penginjilan dan Pertumbuhan Gereja
Beberapa orang mempercayai bahwa tujuan utama pelayanan kelompok sel adalah memperlengkapi orang-orang kudus, atau bahkan memberikan pelayanan penggembalaan. Tetapi, gereja-gereja sel terbesar di dunia menyatakan tujuan yang sama sekali berbeda. Gereja-gereja ini menggunakan strategi, merencanakan untuk memenangkan kota-kota mereka bagi Kristus, dan pelayanan kelompok sel mereka membuat semuanya itu menjadi kenyataan

David Yonggi Cho menulis,  Hanya ada satu cara supaya sistem kelompok sel bisa berhasil dalam sebuah gereja, yaitu, jika sistem tersebut digunakan sebagai sarana penginjilan.

3. Multiplikasi : Tujuan Setiap Kelompok Sel
Meskipun berbeda dalam metode multiplikasi mereka, semua gereja-gereja ini memberi perhatian utama pada penginjilan kelompok sel, yang menghasilkan multiplikasi kelompok sel. Visi sel difokuskan keluar. Dalam setiap gereja, pemimpin kelompok sel yang baru segera mengetahui misi mereka: reproduksi sel.

Menjangkau orang-orang yang belum percaya dan menembus lingkungan Injil Yesus Kristus adalah hasrat yang senantiasa dirasakan oleh setiap kelompok sel. Kelompok sel adalah terang dan garam di tengah kegelapan dunia yang tanpa harapan. Tentu saja, ada ancaman bahwa kelompok sel tersebut akan menjadi kelompok kumpul-kumpul yang menyenangkan, tetapi hal itu harus dihindari apa pun risikonya. Tampaknya tidak ada aspek lain dari kehidupan gereja yang memilik pengaruh yang sangat besar pada indeks kualitas, maupun pertumbuhan gereja selain mutiplikasi.

Dan lagi, belas kasihan terhadap orang yang terhilang merupakan motivasi untuk menjaga segala sesuatu tetap pada fokusnya. Sewaktu kelompok sel terus berkembang dan bermultiplikasi, dasar kepemimpinan pun akan meluas melintasi budaya. Pertumbuhan yang cepat tetap terjaga, muncul pemimpin-pemimpin baru, persekutuan yang erat terjalin, dan sebagai hasilnya, gereja bertumbuh.

4. Merancang Kendali Kualitas Reproduksi
Kelompok-kelompok sel berproduksi lebih mudah apabila kendali kualitas nya terjaga melalui sistem kelompok sel. Kendali kualitas berarti bahawa semua kelompok sel memelihara ciri-ciri atau komponen-komponen serupa. Sebagai contoh, semua anggota kelompok sel bertemu secara teratur untuk memperlengkapi anggotanya secara rohani dan menjangkau melalui penginjilan (dengan tujuan multiplikasi), dan berkomitmen untuk terlibat dalam peran jemaat lokal. Setiap sel menampilkan komponen yang sama : mengenal Allah, mengenal satu sama lain, dan menjangkau dunia bagi Kristus.

5. Menekankan Penetapan Tujuan
Di dalam tubuh, setiap sel biologis tumbuh dan memproduksi bagian-bagiannya sampai akhirnya sel tersebut membelah dua. Selanjutnya, dua sel tersebut membelah dua dan mereproduksi sel-sel mereka sendiri. Dengan cara yang sama, tujuan dari setiap kelompok sel dalam gereja ini adalah penginjilan yang menghasilkan multiplikasi.

Karena multiplikasi kelompok sel merupakan cara hidup, gereja tidak perlu malu menetapkan sasaran yang jelas. Tujuan kuantitatif utama adalah jumlah kelompok sel baru yang dibentuk.

6. Pelayanan Kelompok Sel adalah Tulang Punggung Gereja
Satu frase yang diulang-ulang dalam gereja-gereja itu adalah bahwa pelayanan kelompok sel adalah tulang punggung gereja. Visi yang diturunkan oleh gembala senior kepada para pemimpin dan kepada para anggotanya adalah bahwa setiap orang harus menjadi anggota kelompok sel supaya mereka dapat menerima segala jenis penggembalaan.

Mereka bukan hanya memasukkan kelompok sel ke dalam salah satu program gereja, melainkan kelompok sel adalah inti kehidupan gereja tersebut. Setiap orang dalam gereja itu diharapkan menghadiri kelompok sel.

7. Pentingnya Kelompok Sel dan Ibadah Raya
Beberapa orang menyangka bahwa kelompok sel lebih penting daripada ibadah raya. Namun, gereja-gereja sel memberikan pendapat yang berbeda. Ibadah raya dan kehadiran dalam kelompok sel adalah dua sisi mata uang yang sama : satu sisi tidak cukup tanpa sisi lainnya, dan keduanya penting bagi keberhasilan gereja sel. Arti dari frase gereja sel adalah kelompok sel dan ibadah raya sebagai bagian pembentuk yang sama dari sistem sel. Para anggota menghadiri kelompok sel maupun ibadah raya, bukan sebaliknya, hanya menghadiri yang satu atau yang lainnya.
David Yonggi Cho, Bapak gerakan gereja modern, secara erat menghubungkan kelompok sel dengan ibadah raya, Gereja Lokal adalah kekuatan kekristenan. Kelompok sel menunjang kekuatan itu. Apa pun yang melemahkan kekuatan gereja lokal itu perlu dihindari.

8. Kekuatan Gembala Senior, Kepemimpinan Visioner
Keberhasilan gereja-gerja sel sangat dipengaruhi oleh gembala senior yang kuat, karena sistem kelompok sel mengalir dari otoritas gembala senior. Tanpa diragukan lagi, gembala-gembala ini adalah orang-orang yang bervisi dan bermimpi. Tujuan pertumbuhan utama gereja mereka adalah mengarahkan ratusan orang dari ribuan yang ada. Mereka keluar untuk memenangkan kota bagi Kristus, tidak hanya menumbuhkan gereja. Kepemimpinan aktif dari gembala senior dalam mengarahkan pelayanan kelompok sel adalah tanda gereja sel yang hidup. David Yonggi Cho mengatakan, Gembala harus menjadi orang kunci yang terlibat dalam pelayanan ini. Tanpa gembala, sistem sel tidak akan tersusun. Ini adalah sistem, dan suatu sistem harus mempunyai pusat pengendali. Faktor pengendali dalam kelompok sel adalah gembala.

9. Menetapkan Syarat Kepemimpinan
Seluruh gereja sel mempunyai syarat-syarat kepemimpinan kelompok sel dan pelatihan yang dinyatakan secara jelas. Meskipun hal ini berbeda dalam setiap gereja, persyaratan inti meliputi: keselamatan, baptisan air, kehadiran dalam kelompok sel. Dan telah selesai mengikuti pelatihan kelompok sel.

10. Pelatihan Kepemimpinan yang Diperlukan
Meskipun seorang pemimpin kelompok sel yang potensial memenuhi persyaratan kepemimpinan dasar, ia perlu mengikuti proses pelatihan kepemimpinan lanjutan. Semua gereja ini harus menemukan, melatih, dan memproduksi pemimpin baru secepat dan seefisien mungkin.

Sebagian besar gereja sel yang berhasil di seluruh dunia memberikan :
1. Prapelatihan bagi pemimpin kelompok sel yang potensial sebelum mereka mulai memimpin kelompok.
2. Sistem pemuridan secara langsung dalam kelompok sel , di mana pemimpin potensial dilatih sejak mereka memasuki kelompok sel.
3. Sistem Yitro, setiap pemimpin itu digembalakan
4. Pelatihan lanjutan (mingguan, bulanan, atau dwibulanan).

11. Kepemimpinan yang Dikembangkan dalam Gereja
Gereja-gereja ini tidak mencari pemimpin dari luar gereja untuk menduduki kepemimpinan tingkatan atas. Mereka tidak mencari ke seminari-seminari atau sekolah-sekolah Alkitab untuk memilih para pemimpin mereka. Tanpa pengecualian, semua kepemimpinan melalui jalur pengalaman pelayanan secara normal, keberhasilan pelayanan, dan pelatihan kepemimpinan dalam gereja sebelum ditempatkan pada tingkat tanggung jawab yang lebih besar.

12. Struktur Perhatian Model Yitro
Semua gereja ini tidak memfokuskan rencana kepemimpinan penggembalaan untuk memperhatikan setiap orang dalam kepemimpinan kelompol sel . Setiap pemimpin dipantau, digembalakan, dan diberikan tanggung jawab. Beban berat yang harus dipikul oleh gembala gereja tradisional dapat dikurangi dalam gereja sel melalui struktur kepemimpinan, hierarkis yang memperhatikan kelompok seribu, seratus, lima puluh, dan sepuluh. Dasar pengajaran model ini adalah nasihat Yitro kepada Musa dalam keluaran 18, tentang cara mendelegasikan tanggung jawab kepemimpinan. Beberapa gereja sel menetapkan para pemimpinnya berdasarkan distrik secara geografsi, area, dan area kota. Yang lainnya mengawasi para pemimpinnya melalui departemennya yang homogen. Namun, peranan kepemimpinan utama selalu diberikan kepada pemimpin kelompok sel.

13. Promosi Kepemimpinan Berdasarkan Keberhasilan
Pengangkatan pelayanan ke posisi yang lebih tinggi dalam kepemimpinan terutama dipengaruhi oleh keberhasilan yang dicapai sebelumnya dalam multiplikasi kelompok sel.

14. Kelompok-kelompok Sel Berkumpul di Rumah-rumah
Semua gerja menggunakan rumah sebagai tempat pertemuan yang utama bagi kelompok-kelompok sel.

15. Kelompok Sel Menindaklanjuti Para Pengunjung, Para Pentobat Baru
Pada semua gereja ini, kelopok sel memuridkan para pengunjungnya dan petobat baru. Kartu pengunjung dikumpulkan dalam ibadah raya. Kartu-kartu ini dibagikan kepada kelompok-kelompok sel yang selanjutnya memuridkan para pengunjung itu. Gereja-gereja ini menyediakan sistem organisasi untuk memeriksa apakah orang-orang baru tersebut menghadiri kelompok sel.

16. Pelajaran-pelajaran Kelompok Sel Berdasarkan Khotbah Gembala
Untuk meyakinkan kesinambungan antara kelompok sel dan ibadah raya, pelajaran-pelajaran kelompok sel dalam tiap-tiap gereja didasarkan pada khotbah gembala senior. Meskipun masing-masing gereja menggunakan metode yang berbeda, khotbah gembala senior adalah titik pangkal untuk topik kelompok sel. Pelajarannya bisa merupakan ringkasan khotbah hari Minggu atau empat pertanyaan aplikasi yang dirancang secara hati-hati sebagi kelanjutan khotbah Minggu pagi.

Sumber : dari buku : Menuai Tanpa Batas, “Reep The Harvest”, bab 3, oleh : Joel Comiskey, diterjemahkan oleh : Arie Saptaji.mem


Discover more from SIB Donggongon

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Published by @ dr jonathan

Sebuah gereja Kristian Injili dan Karismatik.