Roma 12: 1-12
Surat Paulus kepada Roma dikenal dengan baik kerana penerangan-penerangannya yang mendalam tentang doktrin keselamatan oleh iman melalui kematian Kristus. Namun selepas 11 bab berkaitan dengan ajaran-ajaran sedemikian, terdapat perubahan dalam penekanannya. Paulus memberikan panduan praktikal untuk hidup dan mengasihi dengan baik, berdasarkan atas karunia dan kasih Tuhan, yang ditunjukkan dalam Yesus dan cerita injil: “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan TUHAN aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada TUHAN: apa yang baik, yang berkenan kepada TUHAN dan yang sempurna” (Rom 12:1).
Baca dan beri kesimpulan untuk Roma 12, terutamanya dalam memerhatikan perintah-perintah tentang mengasihi dan menjaga orang lain, terutama mereka yang benar-benar memerlukan.
Roma 12:1-21
Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing. Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama, demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain. Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita. Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar; jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita. Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik. Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat. Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa! Bantulah dalam kekurangan orang-orang kudus dan usahakanlah dirimu untuk selalu memberikan tumpangan! Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk! Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis! Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai! Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang! Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang! Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan. Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya. Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!
Dalam ertikata lain, Roma 12 bertindak sebagai kesimpulan kepada banyak topik yang Paulus telah berikan perhatian yang lebih terperinci dalam beberapa suratnya yang lain. Dia berbicara tentang peranan-peranan dan karunia-karunia di dalam tubuh gereja, termasuklah melayani dan memberikan kata-kata galakan kepada orang lain, dan memberi dengan kemurahan (lihat ayat 3-8). Namun bukan sahaja perkara-perkara ini perlu dilakukan, ia juga harus diperbuat dengan sebaiknya, dengan penuh semangat dan—lebih dari semuanya—dengan kasih (lihat ayat 9-11).
Paulus menerangkan dalam istilah-istilah yang praktikal seperti apa kehidupan yang demikian. Dia mendorong umat-umat percaya untuk bersabar dalam kesusahan-kesusahan dan penganiayaan, untuk memelihara mereka yang kekurangan, untuk menjadi pembawa damai di mana sahaja dan pada bila-bila masa sahaja yang mungkin dan—seperti yang kita lihat sebelum ini—untuk memberi respon kepada kezaliman dan ketidakadilan dengan kebaikan, mengalahkan kejahatan dengan melakukan perbuatan yang baik (Rm. 12:20, 21).
Bab ini menggariskan apa maksudnya untuk hidup sebagai orang baru, melayani Tuhan secara sendirian dan juga sebagai sebahagian daripada masyarakat beriman. Paulus memberitahu para pengikut Yesus yang baru ini bahawa kehidupan, keutamaan, dan tindakan mereka harus berubah sebagai respon mereka kepada apa yang Yesus telah lakukan untuk mereka dengan kematianNya di kayu salib dan pengharapan hidup kekal. Walaupun hidup di tengah-tengah Empayar Roma, dalam masyarakat yang sering menindas dan berlaku kejam, Paulus mengarahkan mereka untuk hidup berbeza: “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu” (Rm. 12:2).
Apakah antara sikap-sikap dan amalan-amalan dalam komuniti yang perlu anda elakkan agar anda boleh hidup dan mengasihi dengan sebaik mungkin sebagai seorang pengikut Yesus pada zaman ini?
Semoga Tuhan Memberkati.
Discover more from SIB Donggongon
Subscribe to get the latest posts sent to your email.