SUATU PERTEMUAN SUCI
Apakah tujuan perhimpunan keagamaan ?
Marilah kita teguh berpegang kepada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia.
Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. — Ibrani 10:23, 24.
Bilakah pertemuan-pertemuan sesama orang percaya sangat diperlukan ?
Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat. — Ibrani 10:25.
“Bekerja bagi mereka yang hidupnya tidak menentu, menyelesaikan hanya separuh dari apa yang mereka dapat kerjakan bagi Tuhan. Berjuanglah untuk membangkitkan mereka dengan rasa bertanggungjawab. Berdoalah dan saling menasihati satu sama lain, dan lebih-lebih lagi ketika kamu melihat hari Tuhan semakin dekat.
Biarlah saudara berkata kepada saudara dan saudari kepada saudari, ‘Marilah, teman sekerjaku, marilah kita bekerja dengan sungguh-sungguh; karena malam sudah dekat, dimana tiada seorangpun dapat bekerja.’ Janganlah seorangpun yang membuang masa dengan berbicara bila dia seharusnya bekerja.”— Evangelism, p. 653.
Dengan siapa kita harus bertemu dan untuk tujuan apa ?
Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”— Matius 18:19, 20.
Saudara-saudaraku yang kekasih, sementara aku bersungguh-sungguh berusaha menulis kepada kamu tentang keselamatan kita bersama, aku merasa terdorong untuk menulis ini kepada kamu dan menasihati kamu, supaya kamu tetap berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus. — Yudas 1:3.
“Mereka yang menerima pekabaran kebenaran jarang bertanya, ‘Apakah itu benar?’ tetapi, ‘Dengan siapa itu dianjurkan?’ Banyak orang menilainya berdasarkan jumlah orang yang menerimanya; dan pertanyaan masih ditanyakan, ‘Apakah ada orang-orang terpelajar atau pemimpin-pemimpin agama yang mempercayainya?’
Manusia sekarang banyak yang tidak menyukai kesalehan sejati berbanding pada zaman Kristus. Mereka hanya ingin mencari kekayaan duniawi, sehingga mengabaikan kekayaan kekal; dan itu bukanlah persoalan melawan kebenaran, sehingga banyak orang tidak bersedia menerimanya, atau bahawa hal itu tidak diterima oleh orang-orang besar di dunia ini, atau bahkan oleh para pemimpin agama.”— The Desire of Ages, pp. 459, 460.

Discover more from SIB Donggongon
Subscribe to get the latest posts sent to your email.
You must be logged in to post a comment.