
Nephilim dalam Kejadian 6:4 adalah salah satu kelompok misterius yang disebutkan dalam Alkitab. Terdapat banyak tafsiran di kalangan teologis dan penafsir Alkitab. Ada beberapa analisis lebih dalam tentang siapa atau apa sebenarnya Nephilim:
Konteks Ayat Kejadian 6:4 “Pada waktu itu orang-orang raksasa (Nephilim) ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Allah menghampiri anak-anak perempuan manusia dan mereka melahirkan anak bagi mereka; inilah orang-orang yang gagah perkasa pada zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan.” Nephilim disebut dalam konteks “anak-anak Allah” yang menghampiri “anak-anak perempuan manusia.” Mereka disebut sebagai “orang-orang yang gagah perkasa” atau “orang-orang kenamaan” pada zaman purba.
Makna Kata ‘Nephilim’ : Dalam bahasa Ibrani, Nephilim (נְפִלִים) berasal dari akar kata “nafal” (נָפַל), yang berarti “jatuh.” Karena itu, Nephilim sering diartikan sebagai:
1. “Makhluk yang jatuh” (misalnya, malaikat yang jatuh).
2. “Orang-orang yang menyebabkan kejatuhan” (yaitu, kejahatan atau kekacauan).
Teori tentang Identitas Nephilim:
Keturunan Malaikat yang Jatuh dan Manusia Dalam pandangan ini, “anak-anak Allah” adalah malaikat yang jatuh (fallen angels) yang menikahi atau memiliki hubungan dengan manusia (anak-anak perempuan manusia).
Hasil hubungan ini adalah Nephilim, makhluk setengah malaikat dan setengah manusia, yang memiliki kekuatan luar biasa dan mungkin berukuran raksasa.
Pandangan ini didukung oleh referensi dalam Kitab Henokh (literatur Yahudi kuno, meskipun non-kanonik) dan beberapa ayat Perjanjian Lama.
Nephilim sebagai Simbol Kejatuhan Moral
“Anak-anak Allah” merujuk pada manusia yang seharusnya hidup dalam ketaatan kepada Allah tetapi jatuh ke dalam dosa.
Nephilim adalah simbol dari manusia yang menjauh dari Allah, hidup dalam dosa, dan menyebabkan kejahatan meluas di bumi, seperti disebutkan dalam Kejadian 6:5.
Pendukung pandangan ini:
Pendekatan ini melihat kisah Nephilim sebagai bagian dari narasi tentang kebobrokan moral manusia sebelum air bah.
Penafsiran ini menghindari spekulasi tentang makhluk supranatural.
Pandangan gereja:
Digunakan oleh gereja yang fokus pada pesan moral dan kerohanian dari Alkitab.
Kesimpulan dalam Konteks Gereja Masa Kini
Tafsiran Literal: Gereja yang lebih konservatif cenderung mendukung pandangan bahwa Nephilim adalah makhluk setengah manusia dan setengah malaikat.
Tafsiran Historis: Beberapa gereja tradisional seperti Katolik dan Ortodoks cenderung melihat Nephilim sebagai manusia perkasa dari zaman purbakala.
Tafsiran Simbolis: Banyak gereja modern menekankan aspek moral dan spiritual, melihat kisah Nephilim sebagai simbol kejatuhan manusia.
Apapun tafsirannya, mayoritas gereja sepakat bahwa kisah ini menunjukkan betapa rusaknya dunia sebelum air bah dan mengarah pada penghakiman Allah melalui banjir besar.
Discover more from SIB Donggongon
Subscribe to get the latest posts sent to your email.
You must be logged in to post a comment.