
Yesus sering menggunakan perumpamaan untuk mengaja tentang Kerajaan Allah, karena konsep ini bersifat rohani dan sering kali sulit dipahami dalam pemikiran manusia biasa. Dengan perumpamaan, Yesus menyampaikan pesan-pesan penting melalui ilustrasi yang relevan dengan kehidupan sehari-hari pendengar-Nya.
Maksud Kerajaan Allah dalam Perumpamaan Talenta (Matius 25:14-30)
1. Kerajaan Allah Melibatkan Kepercayaan dan Tanggung Jawab
Dalam perumpamaan ini, sang tuan melambangkan Allah, dan para hamba melambangkan umat percaya yang menerima kepercayaan dari-Nya.
Talenta yang diberikan melambangkan anugerah, kemampuan, kesempatan, atau tanggung jawab yang Tuhan percayakan kepada setiap orang.
Setiap orang menerima bagian sesuai dengan kesanggupannya (Matius 25:15), yang menunjukkan bahwa Tuhan memberikan kepercayaan sesuai kapasitas masing-masing.
2. Orang yang Setia Akan Diberikan Tanggung Jawab yang Lebih Besar
Hamba yang mengembangkan talenta mereka mendapat pujian: “Hai hambaku yang baik dan setia” (Matius 25:21, 23).
Ini menggambarkan prinsip dalam Kerajaan Allah: kesetiaan dalam perkara kecil akan membawa kepada perkara yang lebih besar (Lukas 16:10).
Kerajaan Allah bukan hanya tentang masuk ke dalam kehidupan kekal, tetapi juga tentang menjalankan tanggung jawab yang Tuhan berikan di dunia ini.
3. Ketakutan dan Kemalasan Tidak Berbuah dalam Kerajaan Allah
Hamba yang menerima satu talenta justru menyembunyikannya karena takut (Matius 25:25).
Dia gagal memahami sifat sejati tuannya dan malah melihatnya sebagai “manusia yang kejam” (Matius 25:24).
Ini menggambarkan orang yang tidak menjalankan panggilan dan tanggung jawabnya dalam Kerajaan Allah karena ketakutan, keraguan, atau kemalasan.
4. Kerugian bagi yang Tidak Menggunakan Apa yang Diberikan Tuhan
Talenta yang tidak digunakan akhirnya diambil dan diberikan kepada yang lain (Matius 25:28).
Ini menegaskan prinsip bahwa dalam Kerajaan Allah, orang yang setia akan mengalami kelimpahan, tetapi yang tidak setia akan kehilangan segalanya (Matius 25:29).
Orang yang tidak berguna bagi Kerajaan Allah akan dibuang ke dalam kegelapan, melambangkan penghakiman kekal (Matius 25:30).
Perumpamaan ini menegaskan bahwa Kerajaan Allah bukan hanya soal masuk ke surga, tetapi juga soal kesetiaan dalam menggunakan apa yang Tuhan telah percayakan kepada kita.
Tuhan menghendaki umat-Nya produktif dalam iman, bukan hanya menjadi orang percaya yang pasif.
Setiap orang memiliki peran dan tanggung jawab dalam Kerajaan Allah, dan kesetiaan kita akan menentukan bagian kita dalam kekekalan.
Ketakutan, kemalasan, dan ketidakpercayaan akan membuat seseorang kehilangan bagian dalam Kerajaan Allah.
Perumpamaan ini mengajarkan bahwa hidup di dalam Kerajaan Allah berarti menggunakan dengan setia apa yang Tuhan berikan, bertanggung jawab, dan berbuah bagi kemuliaan-Nya.
Kerajaan Allah dinyatakan dalam Pekerjaan Allah:
1. Kerajaan Allah Dinyatakan Melalui Pekerjaan Allah
Kerajaan Allah bukan sekadar konsep rohani, tetapi juga dinyatakan melalui pekerjaan Allah di dunia ini. Tuhan bekerja melalui umat-Nya untuk membawa keadilan, kasih, keselamatan, dan transformasi kepada dunia.
Lukas 17:20-21 – Yesus mengatakan bahawa Kerajaan Allah bukan sesuatu yang datang dengan tanda-tanda lahiriah tetapi sudah ada di antara umat-Nya.
Matius 12:28 – Yesus berkata, “Jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.” Ini menunjukkan bahawa pekerjaan Allah (mengusir setan, menyembuhkan, menyelamatkan) adalah manifestasi langsung Kerajaan-Nya.
2. Pekerjaan Allah Membawa Manusia Masuk ke Dalam Kerajaan-Nya
Pekerjaan utama Allah dalam dunia ini ialah menyelamatkan manusia dan membawa mereka ke dalam Kerajaan-Nya.
Kolose 1:13 – “Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang dikasihi-Nya.”
Matius 28:19-20 – Amanat Agung Yesus kepada murid-murid-Nya adalah pekerjaan Allah dalam memberitakan Injil supaya lebih ramai orang masuk ke dalam Kerajaan-Nya.
3. Kerajaan Allah Berkembang Melalui Pekerjaan Allah
Kerajaan Allah bukan sesuatu yang statik, tetapi berkembang melalui pekerjaan Allah di dunia ini.
Matius 13:31-32 – Perumpamaan biji sesawi menggambarkan bagaimana Kerajaan Allah bertumbuh dari sesuatu yang kecil kepada sesuatu yang besar.
Matius 16:18 – Yesus berkata bahawa Dia akan membangun gereja-Nya dan alam maut tidak akan menguasainya. Gereja adalah alat Tuhan dalam melaksanakan pekerjaan-Nya dan memperluas Kerajaan-Nya.
4. Pekerjaan Allah Memuliakan dan Meneguhkan Kerajaan-Nya
Setiap pekerjaan Allah, baik dalam mujizat, penyelamatan, atau pembaharuan rohani, bertujuan untuk menyatakan kemuliaan dan kedaulatan Kerajaan-Nya.
Mazmur 145:11-13 – “Mereka akan memberitakan kemuliaan kerajaan-Mu, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu.”
Wahyu 11:15 – Pada akhirnya, segala pemerintahan di bumi akan tunduk kepada pemerintahan Allah: “Kerajaan di dunia telah menjadi kerajaan Tuhan kita dan Kristus-Nya, dan Ia akan memerintah selama-lamanya.”
Kesimpulan
Kerajaan Allah dan pekerjaan Allah tidak dapat dipisahkan. Pekerjaan Allah adalah alat untuk menyatakan, memperluas, dan meneguhkan Kerajaan-Nya di bumi dan dalam kehidupan manusia. Sebagai umat-Nya, kita dipanggil untuk mengambil bahagian dalam pekerjaan ini supaya kehendak-Nya berlaku di bumi seperti di syurga (Matius 6:10).
Discover more from SIB Donggongon
Subscribe to get the latest posts sent to your email.
You must be logged in to post a comment.