Roti & Air Anggur

Arti Roti dan Anggur dalam Perjamuan Kudus

Ayat Rujukan: Matius 26:26-28, Markus 14:22-24, Lukas 22:19-20, dan 1 Korintus 11:23-26.

Perjamuan Kudus, atau Ekaristi, adalah sakramen yang dilakukan oleh gereja sebagai peringatan akan pengorbanan Yesus Kristus. Roti dan air Anggur membawa makna yang amat mendalam dalam gereja Tuhan:

1. Roti – Tubuh Kristus

Makna:

Melambangkan tubuh Kristus yang telah dikorbankan bagi kita di kayu salib.

Mengingatkan kita akan penderitaan Yesus yang menanggung dosa manusia (Yesaya 53:5).

Simbol kesatuan tubuh Kristus (gereja) di mana setiap orang percaya adalah bagian dari tubuh-Nya (1 Korintus 10:16-17).

Dalam Perjanjian Lama, roti tidak beragi melambangkan kemurnian dan kesucian, yang menggambarkan bahwa Yesus adalah Anak Domba Allah yang tak bercela (1 Petrus 1:19).

Ayat Kunci:
Matius 26:26 – “Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: ‘Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku.'”

2. Anggur – Darah Perjanjian Baru

Makna:

Melambangkan darah Yesus yang dicurahkan di kayu salib untuk pengampunan dosa (Efesus 1:7).

Merupakan meterai Perjanjian Baru antara Allah dan manusia, menggantikan sistem korban dalam Perjanjian Lama (Ibrani 9:15).

Melambangkan penyucian dosa dan hidup baru dalam Kristus (1 Yohanes 1:7).

Dalam Perjanjian Lama, darah korban dipakai untuk penebusan dosa, dan Yesus menjadi korban sempurna yang menebus dosa manusia sekali untuk selamanya (Ibrani 9:12-14).

Ayat Kunci:
Matius 26:27-28 – “Sesudah itu, Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: ‘Minumlah, kamu semua, dari cawan ini. Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.'”

Kesimpulan

1. Roti dan anggur dalam Perjamuan Kudus bukan sekadar simbol, tetapi peringatan akan pengorbanan Yesus di kayu salib.

2. Roti melambangkan tubuh Kristus yang dikorbankan, sedangkan anggur melambangkan darah-Nya yang dicurahkan untuk menebus dosa manusia.

3. Perjamuan Kudus adalah panggilan untuk mengingat karya keselamatan, hidup dalam kesucian, dan menjaga kesatuan sebagai tubuh Kristus.

4. Yesus memerintahkan kita untuk melakukan ini sebagai peringatan akan Dia hingga kedatangan-Nya kembali (1 Korintus 11:26).

Refleksi dalam Kehidupan

Apakah saya menerima Perjamuan Kudus dengan hati yang bersih dan penuh pengertian akan maknanya?

Apakah saya benar-benar menghargai pengorbanan Kristus dalam hidup saya?

Bagaimana Perjamuan Kudus mempengaruhi cara saya hidup sebagai bagian dari tubuh Kristus?

Perjamuan Kudus bukan hanya ritual, tetapi panggilan untuk menghidupi makna pengorbanan Yesus dalam kehidupan sehari-hari.


Discover more from SIB Donggongon

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Published by @ dr jonathan

Sebuah gereja Kristian Injili dan Karismatik.