Apa Itu Kitab Deuterokanonika? Deuterokanonika bermaksud “kanon kedua” dan merujuk kepada beberapa kitab dalam Perjanjian Lama yang diakui sebagai kitab suci oleh Gereja Katolik dan Ortodoks, tetapi tidak termasuk dalam kanon Ibrani (Tanakh) dan Alkitab Protestan.
Kitab-kitab ini termasuk dalam Septuaginta (terjemahan Yunani Perjanjian Lama) tetapi tidak terdapat dalam teks Masoret Yahudi yang menjadi dasar Perjanjian Lama Protestan.
Kitab-Kitab Deuterokanonika Gereja Katolik mengakui tujuh kitab Deuterokanonika, yaitu:
1. Tobit
2. Yudit
3. Kebijaksanaan Salomo
4. Yesus bin Sirakh (Ecclesiasticus)
5. Barukh (termasuk Surat Nabi Yeremia)
6. 1 Makabe
7. 2 Makabe
Selain itu, terdapat tambahan dalam kitab Daniel dan Ester yang tidak ada dalam versi Ibrani.
Gereja Ortodoks pula mengakui beberapa kitab tambahan seperti 3 Makabe, 4 Makabe, dan Mazmur 151.
Kenapa Kitab Deuterokanonika Tidak Diterima dalam Alkitab Protestan?
1. Kanon Ibrani Tidak Memasukkannya – Orang Yahudi hanya mengakui 39 kitab dalam Perjanjian Lama, sedangkan kitab Deuterokanonika berasal dari Septuaginta (terjemahan Yunani).
2. Reformasi Protestan – Martin Luther dan para reformator Protestan hanya menerima kitab-kitab yang terdapat dalam kanon Ibrani dan menolak Deuterokanonika sebagai kitab suci.
3. Tidak Dikutip Secara Langsung dalam Perjanjian Baru – Beberapa teolog Protestan berpendapat bahawa kitab-kitab ini tidak memiliki otoritas yang sama dengan kitab lain kerana tidak dikutip secara eksplisit oleh Yesus atau para rasul.
Kegunaan Kitab Deuterokanonika Walaupun tidak diterima dalam semua tradisi, kitab Deuterokanonika tetap penting kerana:
Mengisi jurang perbezaan sejarah antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, khususnya tentang pengaruh Helenistik dan pemberontakan Makabe.
Memiliki ajaran moral dan kebijaksanaan, seperti dalam Kitab Kebijaksanaan dan Yesus bin Sirakh.
Mengungkap perkembangan teologi Yahudi, termasuk konsep kebangkitan orang mati (2 Makabe 7) yang menjadi dasar bagi ajaran Yesus dalam Perjanjian Baru.
Kesimpulan:
Kitab Deuterokanonika adalah bagian dari Alkitab Katolik dan Ortodoks, tetapi tidak diterima dalam kanon Protestan. Walaupun tidak diakui oleh semua tradisi, kitab-kitab ini memiliki nilai sejarah, teologi, dan kebijaksanaan yang penting dalam memahami konteks Alkitab.
Discover more from SIB Donggongon
Subscribe to get the latest posts sent to your email.