Kitab Yesus bin Sirakh, juga dikenali sebagai Sirakh atau Ecclesiasticus, adalah salah satu kitab Deuterokanonika yang ditulis sekitar 180 SM oleh seorang Yahudi bernama Yesus bin Sirakh di Yerusalem. Kitab ini adalah buku hikmat (kebijaksanaan) yang mengajarkan nilai moral, ketaatan kepada Tuhan, dan etika kehidupan sehari-hari.
Ia serupa dengan Amsal dan Pengkhotbah, tetapi dengan lebih banyak fokus pada hukum Taurat dan kebijaksanaan Yahudi.
1. Kandungan Utama Kitab Yesus bin Sirakh Kitab ini mengandungi nasihat praktikal tentang kehidupan yang berpusat kepada Tuhan, termasuk:
2. Kepentingan Kitab Sirakh dalam Sejarah
A. Digunakan dalam Tradisi Yahudi dan Kristian Awal Orang Yahudi menghormati kitab ini, tetapi ia tidak dimasukkan dalam Kanon Ibrani yang disusun oleh kaum Rabbinik selepas tahun 90 M.
Gereja awal menggunakannya secara luas, terutama dalam pengajaran moral.
B. Termasuk dalam Alkitab Katolik dan Ortodoks Gereja Katolik dan Ortodoks menerima kitab ini sebagai sebahagian daripada Perjanjian Lama. Gereja Protestan menolaknya selepas Reformasi, kerana kitab ini tidak termasuk dalam Kanon Ibrani.
C. Pengaruh dalam Pemikiran Kristian Banyak ajaran dalam kitab ini selari dengan ajaran Yesus dan rasul-rasul dalam Perjanjian Baru. Beberapa ayat dalam Surat Yakobus dan Amsal sangat mirip dengan nasihat dalam kitab Sirakh.
3. Hubungan Kitab Sirakh dengan Yesus Kristus Meskipun kitab ini ditulis sebelum zaman Yesus, banyak ajarannya selaras dengan pengajaran Yesus, misalnya:
Tentang Hikmat sebagai sesuatu yang turun dari Allah
Sirakh 24:3-4 → “Aku keluar dari mulut Yang Maha Tinggi, dan aku menutupi bumi seperti kabut…” Yohanes 1:1 → “Pada mulanya adalah Firman…” Tentang Kasih kepada Sesama
Sirakh 28:2 → “Ampunilah sesama manusia atas kesalahannya, maka ketika engkau berdoa, dosa-dosamu juga akan diampuni.” Matius 6:14 → “Jika kamu mengampuni kesalahan orang lain, Bapamu yang di surga juga akan mengampuni kamu.”
Ini menunjukkan bahawa ajaran kitab Sirakh menjadi sebahagian daripada pemikiran keagamaan Yahudi yang juga mempengaruhi ajaran Yesus dan para rasul.
4. Kesimpulan
✔ Kitab Yesus bin Sirakh adalah kitab kebijaksanaan yang mengajarkan moral, etika, dan takut akan Tuhan.
✔ Banyak ajarannya serupa dengan ajaran Yesus dan Perjanjian Baru.
✔ Kitab ini diterima dalam Kanon Katolik dan Ortodoks, tetapi tidak dalam Kanon Protestan.
✔ Meskipun tidak semua orang Kristian menerimanya sebagai Kitab Suci, ia tetap bernilai dalam memahami tradisi kebijaksanaan Yahudi dan Kristian awal.
Discover more from SIB Donggongon
Subscribe to get the latest posts sent to your email.