Mengapa Bangsa Yahudi Menggunakan Bahasa Aram?

Negara Aram merujuk kepada kerajaan-kerajaan kecil yang didirikan oleh bangsa Aram di wilayah yang sekarang mencakup Suriah, Irak bagian barat laut, dan Turki bagian selatan.

Dalam Alkitab, Aram sering dikaitkan dengan kota Damaskus sebagai pusat utama kekuatan bangsa Aram. Wilayah ini berada di sekitar Lembah Sungai Efrat dan Tigris, yang merupakan bagian dari Timur Dekat kuno. Bangsa Yahudi mulai menggunakan bahasa Aram secara luas karena beberapa faktor sejarah:

1. Pengaruh Kekaisaran Asyur dan Babilonia Pada abad ke-8 hingga ke-6 SM, bangsa Asyur dan kemudian Babilonia menaklukkan Kerajaan Israel dan Yehuda. Banyak orang Yahudi, terutama setelah Pembuangan ke Babel (586 SM), hidup di bawah pemerintahan Babilonia, di mana bahasa Aram adalah bahasa utama administrasi dan perdagangan.

2. Bahasa Aram Sebagai Lingua Franca Pada periode Persia (setelah 539 SM), bahasa Aram menjadi bahasa resmi Kekaisaran Persia di seluruh wilayahnya, termasuk tanah Yehuda. Sebagai bahasa perdagangan dan pemerintahan, bahasa ini menjadi lebih umum digunakan oleh orang Yahudi.

3. Pengaruh dalam Kehidupan Keagamaan Beberapa bagian Perjanjian Lama (misalnya, Ezra 4:8-6:18, Daniel 2:4b-7:28) ditulis dalam bahasa Aram. Dalam tradisi Yahudi, Targum, yaitu terjemahan lisan dan tulisan dari Kitab Suci Ibrani ke Aram, digunakan dalam sinagoga untuk membantu orang-orang memahami firman Tuhan. Bahasa Aram juga digunakan dalam Talmud Yerusalem dan Talmud Babilonia, dua kitab penting dalam literatur rabinik.

4. Yesus dan Zaman Perjanjian Baru Di zaman Yesus, bahasa Aram masih menjadi bahasa utama di Palestina, meskipun bahasa Yunani juga digunakan dalam pemerintahan Romawi. Yesus sendiri berbicara dalam bahasa Aram, seperti terlihat dalam beberapa kutipan dalam Perjanjian Baru, misalnya “Eli, Eli, lama sabakhtani?” (Matius 27:46, Markus 15:34).

Bahasa Aram masih digunakan sehingga sekarang, meskipun dalam bentuk yang telah berevolusi dan dalam komunitas yang sangat terbatas.

1. Bahasa Aram Masih Hidup dalam Dialek-Dialek Modern Bahasa Aram tidak lagi digunakan secara luas seperti di zaman kuno, tetapi beberapa komunitas kecil di Timur Tengah masih menuturkannya dalam bentuk dialek yang berevolusi dari bahasa Aram kuno.

Beberapa di antaranya:

Neo-Aram Timur → Digunakan oleh komunitas Asyur dan Kaldea di Irak, Iran, Suriah, dan Turki. Neo-Aram Barat → Salah satu dialeknya masih digunakan di Maaloula, Suriah. Aram Yahudi → Dialek yang dituturkan oleh sebagian kecil orang Yahudi di Israel yang berasal dari Irak dan Kurdistan.

2. Pengaruh Bahasa Aram dalam Kehidupan Modern Liturgi dan Keagamaan → Bahasa Aram masih digunakan dalam beberapa doa dan upacara keagamaan Yahudi, Kristen Asyur, dan Gereja Maronit. Kata-kata Aram dalam Alkitab → Beberapa frasa dalam

Perjanjian Baru masih dalam bahasa Aram, seperti Talitha kum (Markus 5:41) dan Abba, Bapa (Markus 14:36).

3. Bahasa Aram Telah Berevolusi Bahasa Aram yang digunakan pada zaman Yesus dan zaman Perjanjian Lama telah mengalami perubahan besar.

Dialek-dialek modern berbeda dari Aram kuno dalam hal kosa kata, tata bahasa, dan pengaruh dari bahasa lain seperti Arab, Persia, dan Kurdi.

Kesimpulan:

Bahasa Aram menjadi bahasa utama bangsa Yahudi kuno karena pengaruh kerajaan-kerajaan besar (Asyur, Babilonia, Persia) yang menguasai mereka, serta karena statusnya sebagai lingua franca di wilayah Timur Dekat.

Bahasa ini bertahan dalam kehidupan keagamaan dan sosial Yahudi selama berabad-abad, bahkan hingga zaman Yesus. Meskipun tidak lagi menjadi bahasa utama seperti di masa lalu, bahasa Aram tetap bertahan dalam beberapa komunitas kecil dan dalam praktik keagamaan. Namun, bahasa ini terus mengalami perubahan dan berisiko punah karena semakin sedikit penuturnya.


Discover more from SIB Donggongon

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Published by @ dr jonathan

Sebuah gereja Kristian Injili dan Karismatik.